
Kebumen — Semangat mencintai tanah air tidak hanya diwujudkan melalui perayaan kemerdekaan, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan oleh Zahra, siswi kelas 7 International Class Program (ICP) SMP Muhammadiyah 2 Kebumen, dalam kultum bertema “Cinta Tanah Air.”
Dalam kultumnya, Zahra mengajak para siswa untuk memaknai kemerdekaan sebagai sebuah amanah yang harus disyukuri dan dijaga. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia yang dinikmati generasi saat ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Karena itu, sebagai generasi penerus, para pelajar memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan berbagai kegiatan positif.
Zahra menjelaskan bahwa mencintai tanah air merupakan hal yang manusiawi. Indonesia bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat kita lahir, tumbuh, belajar, berkumpul bersama keluarga, dan membangun berbagai kenangan.
Namun, menurut Zahra, rasa cinta kepada Indonesia tidak cukup hanya ditunjukkan dengan memasang bendera merah putih atau menyanyikan lagu-lagu nasional. Cinta tanah air harus dibuktikan melalui perbuatan.
Dalam kultumnya, Zahra menyampaikan beberapa cara yang dapat dilakukan pelajar untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia. Salah satunya adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Dengan rajin belajar dan menuntut ilmu, pelajar sedang mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Selain itu, Zahra mengajak teman-temannya untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, bahasa, budaya, daerah, maupun pendapat hendaknya tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Zahra juga menekankan pentingnya menaati aturan dan menjaga nama baik bangsa. Hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, menaati tata tertib sekolah, tertib berlalu lintas, serta menghormati guru dan orang tua merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. Pelajar juga dapat membawa nama baik Indonesia melalui prestasi, akhlak yang baik, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan Zahra menjadi semakin relevan bagi para pelajar. Tidak semua bentuk perjuangan harus dilakukan dengan sesuatu yang besar. Jika belum mampu mengangkat senjata untuk membela negara, pelajar dapat mengangkat buku untuk belajar. Jika belum mampu menjaga perbatasan, pelajar dapat menjaga persatuan. Jika belum mampu membangun gedung, pelajar dapat membangun prestasi.
Melalui kultum tersebut, Zahra mengajak seluruh siswa SMP Muhammadiyah 2 Kebumen untuk menjadikan cinta tanah air sebagai bagian dari karakter dalam kehidupan sehari-hari. Belajar, berprestasi, menjaga persatuan, menaati aturan, serta melakukan kebaikan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap pelajar.
Pada akhirnya, cinta tanah air bukan hanya tentang bagaimana kita berbicara tentang Indonesia, tetapi tentang apa yang kita lakukan untuk Indonesia. Sebagaimana pesan yang disampaikan Zahra, generasi muda Indonesia harus menjadi generasi yang jujur, berilmu, disiplin, berakhlak, dan peduli terhadap sesama.
Rabu, 16 September 2026